Rasanya menuntut ilmu tak pernah mengenal tempat, usia ataupun suasana. Pepatah “tuntutlah ilmu hingga akhir hayat” adalah tepat. Sebagai manusia, sejatinya kita selalu haus akan ilmu pengetahuan. Tanpa ilmu, kehidupan ini tak akan berarti ataupun bermakna.
Manusia diberikan akal, intuisi dan perasaan. Apa yang akan kau maksimalkan?
Satu dari ketiga hal ini pasti terasa lebih dominan. Bagaimana kita mengelolanya, itu ada di tangan kita sendiri.
Tidak semua rasa, dilema dan kesedihan selalu kita normalisasi. Kita memiliki akal, yang mampu menalar apakah ini perlu diteruskan atau cukup.
Lalu, melanjutkan pepatah “tuntutlah ilmu hingga akhir hayat”. Dengan memaksimalkan kemampuan, nalar dan terus belajar untuk memperbaiki diri, serta potensi diri. Maka, kita tak lagi terperangkap pada ketikdaktahuan.
Written by : Dessy Anggraini, S.Pd.
